Haloo Blogger,
saya kembali akan bersharing lagi nih tentang hidup saya. Bercerita pengalaman
saya ketika lulus kuliah dan diposisi sebagai 2 tahun berjalan sebagai anak
yatim. Ternyata ketika lulus Tuhan ijinkan papi saya yang dipanggil pulang ke
rumah Bapa. Dengan hanya menyandang predikat lulusan SMA saya merasa bingung,
karena juga saya hanya memiliki basic pengalaman sebagai MLM semasa sekolah.
Bermodal nekad dan ingin tetap memiliki kemandirian ekonomi saya jujur
mengeyampingkan kuliah karena kabarnya yang saya dengar kuliah membutuhkan
biaya yang mahal. Disamping itu kaka saya masih berkuliah dan adek saya pun
masih smp. Saya lebih memikirkan mereka yang dimana kaka saya masih menjalankan
program sarmag S2 di Univ. Gunadarma menjadi kan saya lebih memilih untuk
memprioritaskan kaka adik saya, selain itu mereka wanita yang harus bekerja
dengan otak tidak seperti saya pria yang bisa bekerja dengan fisik.
Berawal dari ke
nekatan saya ini saya membuat cv yang merujuk refrensi dari google, dengan
berbekal ijazah SMA lulusan IPS. Ahkirnya saya mencoba peruntungan saya melamar
pekerjaan dikantor – kantor di kawasan sudirman dan hebatnya saya dilepeh
mentah- mentah karena saya hanya lulusan SMA. Saya tidak menyerah, dengan gigih
saya coba untuk membroadcast dari BBM ke kontak BB saya dengan kalimat “ Need
Job Vacancy” dan bersyukur dari broadcast saya itu ada kontak saya yang
merespon, yaitu om saya sendiri. Ternyata kantor om saya sedang membutuhkan OB,
saya berpikir sekitar 2 hari, apa iya saya hanya menjadi OB? Itu pekerjaan yang
menurut saya jauh dari ekspektasi saya. Ahkirnya terbesit di benak saya “Gengsi
tidak membuat hidup kita bergengsi, tetapi usaha dan kerja keras bisa
menjadikan hidup kita bergengsi”. Tanpa piker panjang saya ambil lowongan
sebagai OB di salah kantor di kawasan Semanggi. Dan saya piker lumayan untuk
memenuhi kebutuhan saya tanpa mengutik kaka adik saya. Dan juga menjadi batu
loncatan saja.
Berjalan 6 bulan
sebagai OB saya mulai menikmati pekerjaan saya, yang disuruh untuk fotocopy,
disuruh untuk mengantar berkas dari lantai ke lantai, dan sampa menyediakan
minum untuk staff sampai diminta tolong membelikan makan siang karyawan kantor.
Ternyata Tuhan Berkehendak lagi saya dipertemukan dengan teman SD saya dan
ternyata perusahaan ayahnya membutuhkan karyawan di bagian sales counter atau
bisa di bilang penjaga toko lah yaa. Saya berpikir lagi dan berdiskusi dengan
om saya, dan ahkirnya menemukan keputusan saya ambil kesempatan sebagai penjaga
toko itu. resign sebagai OB dan saya mencoba interview di perusahaan yang
membutuhkan penjaga toko itu. Ternyata yang menginterview saya adalah langsung
Direktur Operasional, karna ternyata saya menjadi titipan ayahnya kawan SD saya
itu supaya diterima. Setelah di interview dengan DIrut Operasional itu saya di
hadapkan dengan Manager Marketing di perusahaan tersebut. Melihat CV saya
dengan berbekal lulusan SMA IPS dan memiliki pengalaman MLM, Manager Marketing
itu tertarik untuk merekrut saya.
Seminggu
berjalan sebagai penjaga toko hamper setiap hari saya di control langsung oleh
Manager Marketing yang dating ke toko tempat saya kerja. Dan tepat di 3 minggu
saya dinilai memiliki kinerja yang lebih cocok untuk mengejar bola bukan
menunggu seperti yang saya kerjakan saat itu. saya ditawari untuk menjadi marketing
yang berjualan dengan berkeliling atau menhampiri konsumen. 3 bulan berlalu dan
hebatnya saya tidak memiliki omset sama sekali karena memang saya belum memliki
konsumen tetap sehingga tidak ada repeat order atau orderan baru. Dan saya
mulai merasa lemas karena tepat masa probation saya di 3 bulan itu saya belum
pecah telur (bahasa marketing ketika belum dapat omset untuk memenuhi target).
Perjuangan saya
berlanjut dan saya masih di beri kesempatan dan ahkirnya di bulan 5 perusahaan
tempat saya bekerja mengadakan pameran di PRj kemayoran dan disitu lah
kesempatan besar saya untuk meraup omset yang besar. Dengan bantuan marketing
senior sebagai rekan saya di pameran itu ahkirnya saya berhasil pecah telur
dengan nilai jual yang saya hasilkan sekitar 15 juta selama 3 hari. Ahkirnya
saya lega dan saya dipanggil untuk bertemu dengan Manager Marketingnya dan
ternyata mngucapkan selamat, dan selain itu saya mendapat tugas tambahan untuk
memaintanance client. Yang di percayakan kepada saya diluar didugaan karena
clientnya adalah ATPM besar kebetulah saya perusaaan dibidang otomotif seperti
tyre service dan equipment workshop, ATPM itu diantaranya adalah Suzuki, KIA,
Hyundai, Ford, dan Chery dimana itu
adalah dealer dealer besar yang memiliki banyak cabang yang tersebar.
Benar saja pada
bulan 6 saya dipromosikan sebagai Excecutive Marketing dengan plafon target 250
juta per bulan. Bukan sombong tapi dengan client yang lumayan seperti Suzuki
yang sekali order bernilai besar itu masih target yang kecil selain harga
barang yang memang tinggi. Dan ahkirnya target saya terpenuhi dan bersyukur
terkadang bisa melampaui.
Saya berkerja di
perusahaan itu hanya sekitar 9 bulanan kurang karena saya mendapatkan lowongan
kerja baru yang direkemondasikan oleh rekan gereja saya. Sharing saya
Selanjutnya saya akam bercerita tentang pekerjaan baru saya. Sekian dulu yaa
Blogger. Thank you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar