Sabtu, 14 November 2015

Integritas Diri

Perkenalkan nama saya Dwiyana Saputra mahasiswa semester 3 di Universitas Gunadarma Depok, saya ingin berbagi tentang manfaat integritas.

Apasih integritas? mungkin belum semua orang tau tentang ini. menurut saya pribadi integritas adalah karakter diri kita atau gambaran diri kita, dimana perkataan sama dengan perbuatan. Mungkin bisa disimpulkan menjadi komitmen.

Saya masih berusia 21 tahun sekarang, dan telat berkuliah karena saya seorang yatim piatu sehingga saya harus berusaha untuk mencari uang demi kehidupan saya beserta kaka adik saya. Kepolosan saya di dunia kerja mulai dari 17 tahun itu yang membentuk karakter saya. Saat ini saya bekerja di event organizer and production dan puji Tuhan saya dipercaya di usia saya untuk mengerjakan ini itu sesuai kapasitas saya, meski terkadang masih kurang dan butuh arahan.

Banyak orang bekerja berorientasi pada gaji saja, namun kualitas skill standar, berdasarkan pengalaman saya merekrut orang untuk bekerja. Gaji memang penting, semua butuh uang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita.

Namun hal pemting yang harus kita utamakan yaitu integritas kita, setelah kita bisa menunjukan integritas kita maka kita menunjukan kualitas diri kita juga. Percayalah kualitas itu akan sebanding lurus dengan gaji yang kita terima. Contoh sederhana gak akan mungkin seorang manager marketing dipilih hanya sekedar kecap nomor satu atau hisapa jempol, pasti man power yang dipilih adalah individu yang sudah teruji dan berpengalaman. Bukan hanya manager, seorang karyawan biasa yang memiliki intergritas diri juga akan dilirik untuk di promosikan sesuai dengan divisi yang terkait atau bahkan dipindahkan ke divisi lain dengan jabatan lebih tinggi sebagai ujian dalam proses berkarir.

Yakinilah ketika kita bekerja dengan berintegritas pasti tidak akan sia - sia, meskipun manusia tidak melirik kinerja kita tetap ingat Tuhan tidak tidur melihat anak - anaknya bertahan dijalan yang benar. Ketika kuasa Tuhan sudah bekerja yakinlah porsi kita sudah semakin besar diimbangi dengan integritas yang kita miliki.

Best Regards,
Dwiyana Saputra




Pengalaman Menjadi Marketing di Usia 16 tahun

Bekerja di usia muda memang tidak mudah, namun tidak ada kata tidak bisa jika kita mau berusaha dan berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Perkenalkan saya Dwiyana, saya seorang mahasiswa semester 3 di Universitas Gunadarma Depok, di blog saya ini ini saya mau bercerita tentang pengalaman pribadi saya bekerja menjadi marketing. Berawal ingin mencari uang jajan tambahan saya berinisiatif untuk bekerja, tapi apa daya usia masih 16 tahun dan saya masih duduk di bangku SMA. Berusaha memutar otak ahkirnya di usia 17 tahun tepat di bangku SMA kelas 2 saya nekad unuk join di salah satu MLM, banyak yang menghujat namun banyak juga yang mendukung saya. Dan puji Tuhan saya berhasil menunjukan sedikit hasil kecil kepada orang yang menghujat saya, bukan untuk bermaksud sombong justru sebaliknya saya ingin mereka yang menolak saya berbalik menjadi bergabung setelah melihat hasil.

Berjalan hampir kurang 2 tahun, jaringan saya hancur tepat disaat 1 tahun saya lulus SMA, dan saat itu juga orang tua saya dipanggil Tuhan sehingga saya menyandang status sebagai yatim piatu. Tak putus asa saya berusaha mencari pekerjaan, meski harus menunggu sekitar berbulan-bulan untuk mendapatkan lowongan.

Ahkirnya yang saya tunggu tiba juga, saya mendapat tawaran pekerjaan sebagai penjaga toko disebuah pusat onderdil yang baru buka di kawasan Cinere. Ahkirnya saya memutuskan untuk interview di kantor pusatnya di daerah Fatmawati Jakarta Selatan. Setelah interview dengan seorang yang saya belum tau siapa dan apa jabatannya, saya ditawari langsung sebagai marketing bukan lagi sebagai penjaga toko, saya pun terkejut karena gak nyangka. Usut punya usut saya bertanya kepada satpam kantor tersebut, ternyata yang menginterview saya adalah seorang direktur operasional perusahaan tersebut. Saya pulang dengan rasa bersyukur, melamar sebagai penjaga toko malah ditawarin unutk jadi marketing dengan gaji dan bonus achievement yang lumayan untuk ukuran anak berumur 18 seperti saya ini, Tuhan Yesus memang baik.

Hari pertama sampai 3 bulan kerja saya di perusahaan dagang peralatan bengkel tersebut saya masih dianggap bulan madu dan belom terasa tekanan akan target marketing dan prospek klien yang harus dikejar. Masuk dibulan berikutnya, saya bersyukur ahkirnya pecah telor omset saya sekitar 15 juta, rasa bangga namun belum puas bercampur senang karena mendapat bonus cukup besar dari omset saya itu. 

Berjalan sekitar setahun lebih saya bekerja di perusahaan tersebut, membuat pemikiran saya cukup berkembang dan lumayan ahli dalam komunikasi karena setiap harinya saya sebagai marketing harus berjumpa dengan orang yang baru dan harus pandai merayu untu dealing order produk yang sayajual. Ahkirnya hal itu mendatangkan kebaikan untuk saya, saya mendapat tawaran pekerjaan yang baru di perusahaan yang berbeda, kalau sebelumny perusahaan dagang sekarang perusahaan jasa yaitu Event Organizer dan berjalan hingga sekarang ini. 

Artikel ini saya buat bukan untuk pamer siapa saya, betapa hebat saya atau apapun yang menyombongkan diri saya. Saya hanya berniat untuk berbagi cerita kepada orang yang membaca artikel saya ini, bahwa anak ingusan seperti saya yang belum tau tentang pekerjaan bisa membuktikan jika mau sedikit keluar dari zona nyaman maka kita bisa melihat betapa luas dunia ini dan betapa besar masih peluang kita unutk bisa berkembang dan berkarya. Tentu semua itu tetap karena kebaikan dan rencana Tuhan. 

Best Regrads,
Dwiyana Saputra




Jenis dan Tipe Badan Manusia



Banyak orang yang mengeluhkan tubuhnya, mungkin ada yang mengeluh kenapa terlalu kurus atau mungkin terlalu gemuk. Pada dasarnya manusia memiliki gabungan genetika dari orang tua sehingga tidak kita tidak bisa memilih bagaimana bentuk tubuh kita ketika dilahirkan.
Pada artikel ini saya ingin membahas tentang jenis  - jenis tubuh manusia. Menurut yang gua pelajari semenjak gua aktif di gym dan gua pribadi ikut program bodybuilding. Karena rasa ingin tau gua, gua ahkirnya otodidak dalam mempelajari dunia kesehatan sederhana.
Baiklah tanpa basa basi kita akan bahas jenis – jenis tubuh, tapi sebelum itu kita perlu mengetahui 2 tipe tubuh yaitu basah dan kering. Dikatakan basah bukan karena kesiram air loh ya.. melainkan karena kadar lemak ditubuh itu tinggi sekitar 25%-30%, biasanya itu terjadi pada orang gemuk dan tubuh kering yaitu tubuh yang kadar lemak tubuhnya rendah bahkan sangat rendah, sekitar 5%-20%.
 Sekarang gua mau bahas tentang jenis-jenis tubuh ada 3 jenis, diantaranya adalah:
1.       Jenis tubuh Ecthomorph

Biasanya orang yang berjenis tubuh ectomorph ini cenderung  sangat kurus dan memiliki metabiolisme tubuh yang sangat tinggi. So.. kalo lu merasa makan lu banyak, tapi kok badannya segitu-segitu aja, bisa kita simpulkan lu ectomorph.

2.       Jenis tubuh Mesomorph

Jenis tubuh mesomorph adalah jenis tubuh yang sangat di idamkan oleh pria ya, kenapa? Karena tubuh mesomorph adalah jenis tubuh yang sudah terlahir dengan pola atletis. Dengan metabolisme tubuh yang tepat, sehingga sangat mudah dibentuk, so kalo lu merasa gak olahraga, dan makan lu banyak tapi postur lu tetep kece, bisa kita simpulkan kalo lu itu adalah mesomorph.

3.       Jenis tubuh Endomorph

Selanjutnya adalah endomorph, endomorph adalah jenis tubuh yang metabolismenya paling lambat sehingga sangat mudah menimbun lemak. Dan tubuh jenis ini sangat tinggi kadar lemak. So, kalo lu merasa badan lu besar, gemuk, dan berlipat-lipat kita bisa menyimpulkan kalo lu termasuk endomorph.

                Nah itu dia tadi gua sedikit berbagi apa yang gua tau tentang jenis dan tipe tubuh, karena gua bukan ahli di bidangnya makanya gua jelasin dengan bahasa gua, semoga kalian bisa mencerna dengan mudah dan bermanfaat buat kalian. Dan yang perlu kita sepakati, apapun jenis tubuh kita, yakinin kalo kita bisa ngebentuk tubuh kita sesuai keinginan kita. Gua yakin dengan tekad dan kemauan yang besar kita bisa dapatin apa yang kita mau.
                Thank you yang sudah baca artikel sedeharna gua, sorry kalo gua terkesan gak sopan karena kata-kata gak formal, tapi gua berusaha berbagi ilmu dengan bahasa sederhana.


Best Regards
Dwiyana Saputra