Sabtu, 14 November 2015

Pengalaman Menjadi Marketing di Usia 16 tahun

Bekerja di usia muda memang tidak mudah, namun tidak ada kata tidak bisa jika kita mau berusaha dan berjuang demi masa depan yang lebih baik.

Perkenalkan saya Dwiyana, saya seorang mahasiswa semester 3 di Universitas Gunadarma Depok, di blog saya ini ini saya mau bercerita tentang pengalaman pribadi saya bekerja menjadi marketing. Berawal ingin mencari uang jajan tambahan saya berinisiatif untuk bekerja, tapi apa daya usia masih 16 tahun dan saya masih duduk di bangku SMA. Berusaha memutar otak ahkirnya di usia 17 tahun tepat di bangku SMA kelas 2 saya nekad unuk join di salah satu MLM, banyak yang menghujat namun banyak juga yang mendukung saya. Dan puji Tuhan saya berhasil menunjukan sedikit hasil kecil kepada orang yang menghujat saya, bukan untuk bermaksud sombong justru sebaliknya saya ingin mereka yang menolak saya berbalik menjadi bergabung setelah melihat hasil.

Berjalan hampir kurang 2 tahun, jaringan saya hancur tepat disaat 1 tahun saya lulus SMA, dan saat itu juga orang tua saya dipanggil Tuhan sehingga saya menyandang status sebagai yatim piatu. Tak putus asa saya berusaha mencari pekerjaan, meski harus menunggu sekitar berbulan-bulan untuk mendapatkan lowongan.

Ahkirnya yang saya tunggu tiba juga, saya mendapat tawaran pekerjaan sebagai penjaga toko disebuah pusat onderdil yang baru buka di kawasan Cinere. Ahkirnya saya memutuskan untuk interview di kantor pusatnya di daerah Fatmawati Jakarta Selatan. Setelah interview dengan seorang yang saya belum tau siapa dan apa jabatannya, saya ditawari langsung sebagai marketing bukan lagi sebagai penjaga toko, saya pun terkejut karena gak nyangka. Usut punya usut saya bertanya kepada satpam kantor tersebut, ternyata yang menginterview saya adalah seorang direktur operasional perusahaan tersebut. Saya pulang dengan rasa bersyukur, melamar sebagai penjaga toko malah ditawarin unutk jadi marketing dengan gaji dan bonus achievement yang lumayan untuk ukuran anak berumur 18 seperti saya ini, Tuhan Yesus memang baik.

Hari pertama sampai 3 bulan kerja saya di perusahaan dagang peralatan bengkel tersebut saya masih dianggap bulan madu dan belom terasa tekanan akan target marketing dan prospek klien yang harus dikejar. Masuk dibulan berikutnya, saya bersyukur ahkirnya pecah telor omset saya sekitar 15 juta, rasa bangga namun belum puas bercampur senang karena mendapat bonus cukup besar dari omset saya itu. 

Berjalan sekitar setahun lebih saya bekerja di perusahaan tersebut, membuat pemikiran saya cukup berkembang dan lumayan ahli dalam komunikasi karena setiap harinya saya sebagai marketing harus berjumpa dengan orang yang baru dan harus pandai merayu untu dealing order produk yang sayajual. Ahkirnya hal itu mendatangkan kebaikan untuk saya, saya mendapat tawaran pekerjaan yang baru di perusahaan yang berbeda, kalau sebelumny perusahaan dagang sekarang perusahaan jasa yaitu Event Organizer dan berjalan hingga sekarang ini. 

Artikel ini saya buat bukan untuk pamer siapa saya, betapa hebat saya atau apapun yang menyombongkan diri saya. Saya hanya berniat untuk berbagi cerita kepada orang yang membaca artikel saya ini, bahwa anak ingusan seperti saya yang belum tau tentang pekerjaan bisa membuktikan jika mau sedikit keluar dari zona nyaman maka kita bisa melihat betapa luas dunia ini dan betapa besar masih peluang kita unutk bisa berkembang dan berkarya. Tentu semua itu tetap karena kebaikan dan rencana Tuhan. 

Best Regrads,
Dwiyana Saputra




Tidak ada komentar:

Posting Komentar