- PDB (Produk Domestik Bruto)
PDB atau Produk Domestik Bruto adalah nilai
keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah
tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto
karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang
bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi
dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan
dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB
atau Produk Nasional Bruto memperhatikan asal usul faktor produksi yang
digunakan.
Sebagai contoh Negara A hanya memproduksi,menjual, dan mengkonsumsi buah
Apel dalam ekonominya. Tahun 2012, ada 1 milyar Apel terjual dalam
ekonominya, dengan harga Rp500/apel. Maka GDP Negara A pada tahun 2012
itu adalah Rp500 milyar (harga x volume).
Nah, lalu di tahun 2013,
Negara A dapat memproduksi 1.2 milyar buah Apel. Penduduk Negara A
mengkonsumsi 1.1 milyar Apel dan sisa 100 juta Apel sisanya diekspor ke
Negara B. Semua Apel dijual pada harga Rp600/apel. Maka berapa GDP
Negara A?
Berarti GDP Negara A adalah Rp600 milyar, yang berasal dari 1.2 milyar buah Apel dikali dengan harganya Rp600/apel. Hasil pendapatan dari Ekspor juga termasuk dalam perhitungan GDP. Maka pertumbuhan GDP Negara A adalah 20% di tahun 2013 ke Rp600 milyar dari Rp500 milyar di 2012.
Semakin
tinggi populasi penduduk suatu Negara, biasanya GDP Negara tersebut
juga makin tingi, dibandingkan Negara dengan populasi sedikit. Maka agar
adil, biasanya kita juga menggunakan GDP per Capita yang membagi nilai
GDP dengan jumlah penduduknya. Contoh di Negara A diatas, misal pada
tahun 2013 populasinya mencapai 5 juta orang. Maka GDP per Capita Negara
A adalah Rp100,000.
- Pertumbuhan dan Perubahan Struktur Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan perekonomian suatu negara secara berkesinambungan untuk menuju kepada keadaan yang lebih baik selama periode tertentu, atau juga suatu proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan melalui kenaikan pendapatan nasinonal.
Pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi Indonesia sudah terjadi sejak masa kemerdekaan pada tahun 1945, masa
orde lama, masa orde baru sampai masa sekarang (masa reformasi) maka dari itu
Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman politik dan ekonomi.
Peralihan dari orde lama dan orde baru telah memberikan iklim politik
yang dinamis walaupun akhirnya mengarah ke otoriter namun pada kehidupan
ekonomi mengalami perubahan yang lebih baik
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi, di antaranya yaitu:
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perubahan struktur ekonomi, di antaranya yaitu:
a. faktor produksi
b. faktor investasi
c. faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
d. faktor kebijakan moneter dan inflasi
e. faktor keuangan negara
Adapun teori tentang pertumbuhan ekonomi yang pernah dikemukakan oleh beberapa orang dan menjadi aliran-aliran pertumbuhan ekonomi, diantaranya:
a. Aliran Klasik
Teori Adam Smith mengemukakan pertumbuhan ekonomi bertumpu pada adanya pertambahan jumlah penduduk, karena dengan adanya pertambahan jumlah penduduk maka akan terjadi penambahan output.
Teori David Ricardo mengemukakan pertumbuhan penduduk yang besar akan menyebabkan jumlah tenaga kerja yang melimpah, sementara kelimpahan tenaga kerja akan menyebabkan upah menjadi turun.
b. Aliran Neo-Klasik
Teori Robert Solow mengatakan pertumbuhan ekonomi bersumber pada manusia, akumulasi modal, pemakaian teknologi modern, dan hasil atau output.
Teori Joseph Scumpeter mengutarakan proses pertumbuhan ekonomi merupakan proses inovasi atau pembaruan dalam cara produksi yang lebih efisien yang dilakukan oleh para produsen atau inovator.
c. Aliran Modern
Pada aliran modern hanya mengacu pada beberapa hal, seperti:
- kualitas SDM dan kemajuan teknologi
- energi
- kewirausahaan
- bahan baku
- material
Tidak ada komentar:
Posting Komentar